Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Monday, December 5, 2016
MAGETAN
– Duit Rp 1 miliar bakal dipakai Pemkab Magetan untuk memoles Telaga
Wahyu. Anggaran itu naik dibanding tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp
600 juta. ‘’Angka detilnya lupa, tapi dikisaran Rp 1 miliar untuk
penambahan sejumlah fasilitas,’’ ujar Kepala Disparbudpora Magetan
Siran.
Kata
dia, peningkatan anggaran itu untuk memacu percepatan pembangunan di
kawasan Telaga Wahyu. Dijelaskan, pembangunan tahun depan meneruskan
pekerjaan di tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jogging track hanya
ada di sisi timur telaga, nantinya keseluruhan keliling Telaga Wahyu.
Selain itu, Siran berencana untuk menambah fasilitas pendukung.
‘’Seperti musala, tempat parkir dan MCK,‘’ tuturnya.
Siran
menambahkan, dengan penambahan sarana dan prasarana serta fasilitas
diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Sesuai keinginan
pemkab, ada objek wisata selain Telaga Sarangan yang banyak dikunjungi
wisatawan. ‘’Saat ini yang serius dikembangkan adalah Telaga Wahyu,‘’
ujarnya.
Menurut
Siran, alokasi anggaran besar untuk Telaga Wahyu itu sebagai bukti
untuk meningkatkan sektor pariwisata di Magetan. Ini lantaran pemkab
punya target menjadi Magetan sebagai kota wisata. Selain memoles objek
wisata, juga mulai digagasa adanya program desa wisata. ‘’Ada 13 Desa
Wisata yang tersebar di Magetan,‘’ imbuhnya. (odi/ota)
Wednesday, November 16, 2016
Lagi Lagi, Penemuan Jasad Perempuan Yang Mengapung di Kanal Kebondalem Bangorejo, Menghebohkan Warga Sekitar
Warga yang tinggal di sekitaran Kanal Kebondalem Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo dikejutkan dengan mayat wanita yang mengapung di sungai. Jasad perempuan nahas itu tersangkut di tumpukan sampah.
Setelah ditelusuri ternyata mayat wanita tersebut bernama Siti Hariyani (33), warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 06.45 WIB, Rabu (16/11/2016), dalam kondisi mengenakan pakaian kuning, bra warna ungu sama seperti ketika pamitan pada keluarganya sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (15/11/2016). Malam itu korban memang bilang hendak ke sungai untuk buang hajat.
Hasil keterangan yang didapat petugas, korban memang memiliki riwayat
penyakit epilepsi. Atas alasan itu keluarga korban menolak permohonan
otopsi yang diajukan aparat Polsek Bangorejo.
Usai pandatanganan penolakan otopsi, aparat menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga. Tujuannya agar korban segera dimakamkan di kampung halamannya yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian perkara.
Kapolsek Bangorejo menambahkan, hasil visum petugas medis Puskesmas Bangorejo yang datang ke lokasi bersama aparat kepolisian menemukan sejumlah luka pada tubuh Siti Hariyani. Luka itu terlihat pada bagian dahi dan pelipis kanan.
Menurut tim medis luka itu terjadi akibat korban jatuh ke sungai dan membentur benda tumpul. Selain di dua area itu tidak ditemukan luka lain. (riz)
Usai pandatanganan penolakan otopsi, aparat menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga. Tujuannya agar korban segera dimakamkan di kampung halamannya yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian perkara.
Kapolsek Bangorejo menambahkan, hasil visum petugas medis Puskesmas Bangorejo yang datang ke lokasi bersama aparat kepolisian menemukan sejumlah luka pada tubuh Siti Hariyani. Luka itu terlihat pada bagian dahi dan pelipis kanan.
Menurut tim medis luka itu terjadi akibat korban jatuh ke sungai dan membentur benda tumpul. Selain di dua area itu tidak ditemukan luka lain. (riz)
Tuesday, November 15, 2016
Berikut Cerita Kronologi Hilangnya Rita Marta Yang Di Sampaikan Andri Selaku Kepala Tim Mahasiswa Uniba
SEMENTARA itu, di tengah proses
evakuasi, Andri Saputra, 22, salah seorang mahasiswa yang dianggap
sebagai kepala tim mahasiswa Uniba dipanggil ke Polsek Licin untuk
dimintai keterangan. Usai dimintai keterangan, mahasiswa dari Kalimantan
Tengah itu mengungkapkan, rencana kegiatan arung jeram itu murni
pribadi. Bukan kegiatan Diklatsar Mapala seperti yang dikatakan
beberapa orang.
Andri menceritakan, rencana itu bermula
saat dirinya dan dua temannya, I Made Widya dan Dwi Bagus, berencana
bermain arung jeram di Dusun Srampon, Desa Segobang. Kemudian, Andri
menawari tiga temannya, yaitu Umi Farida, Sulistyaningsih, dan
Rita Marta, untuk ikut kegiatan tersebut. Mereka bertiga ternyata
bersedia.
Akhirnya mereka pun berangkat
menuju Desa Segobang pada Minggu (13/11) pukul 08.00. Andri yang
memiliki kenalan warga Dusun Srampon, Desa Segobang, bernama Taufik,
langsung mengajak rekan-rekannya ke rumah kenalannya itu.
Tak lama kemudian mereka langsung menuju
lokasi dengan membawa perahu karet yang belakangan diketahui aset
milik Desa Segobang. “Awalnya pada malam minggu saya tanya-tanya.
Katanya peralatannya sudah lengkap dan lokasinya aman untuk arung jeram.
Jadi saya tawari teman-teman yang lain,” ujar Andri.
Rupanya perkiraan Andri meleset, perahu
karet memang aman setelah berjalan. Namun, mendekati Kedung Lowo,
kondisi berubah. Karena Andri dan rekan-rekannya ternyata tidak bisa
menguasai perahu karetnya. Sekitar 20 meter sebelum air terjun,
perahunya terbalik. Dia dan kelima temannya pun terseret arus dan jatuh
ke air terjun.
“Begitu jatuh saya langsung minggir dan
meng- hitung teman-teman saya. Ternyata benar, ada satu yang tidak
ada. Saya sempat mencari di sekitar air terjun,lalu ketemu kerudung dan
tasnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua BEM Uniba itu.
Begitu mengetahui satu rekannya tidak
ada, Andri langsung pergi mencari sinyal selular dan mencari bantuan,
termasuk menghubungi Kodim 0825. Selanjutnya, orang-orang berdatangan
dan mencari korban hingga sekarang. Andri juga sempat menghubungi orang
tua Rita yang kemudian datang pada malam harinya.
“Anaknya ini baik dan suka penasaran.
Awalnya saya memang berniat hanya bertiga main arung jeram. Tapi
ternyata ada tiga lagi yang ikut,” ujarnya. Kepala Desa Segobang,
Syamsul Kholik, saat dikonfirmasi terkait keberadaan wisata arung
jeram tanpa alat pengaman itu mengaku tidak tahu-menahu.
Yang dia ketahui, wisata arung jeram
berada di sekitar daerah Kedawung Adventure. Itu pun dengan rute yang
tidak berbahaya dan dilengkapi pengaman lengkap, mulai helm, pelampung,
dan dayung. Saat peristiwa berlangsung, Kholik mengaku tak mendapat
laporan sama sekali dari pihak dusun maupun masyarakat.
“Kemungkinan ini bukan kegiatan resmi,
karena laporannya tidak ada. Saya juga heran kenapa mereka berani naik
perahu karet, padahal tidak ada pelindung sama sekali,” ujarnya
keheranan. Taufik, warga Dusun Srampon yang dipercaya meminjami perahu
karet, saat dikonfirmasi terkesan kebingungan. Dia berusaha menghindar
dan mengatakan dirinya bukan guide dan hanya ikut main-main saja.
“Saya ikut main, bukan penunjuk
jalan. Saya juga ikut mencari bantuan waktu perahunya tenggelam,” ujar
Taufik saat ditemui di Polsek Licin. (radar)
Pencarian Rita Marta Ayu Yang Dilakukan oleh Polair, Tim SAR, BPBD, Posramil dan Relawan Nihil, Hanya Menemukan Kerudung Dan Tas Korban Saja
LICIN – Proses pencarian korban
tenggelam di Sungai Kedung Lowo, Dusun Ledok, Desa Jelun, Kecamatan
Licin, belum membuahkan hasil. Rita Marta Ayu, 19, mahasiswi semester 1
Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas PGRRI Banyuwangi (Uniba),
yang hilang setelah perahu karet yang dia tumpangi terbalik hingga
kemarin (14/11) belum ditemukan.
Tim SAR sebatas menemukan kerudung dan
tas milik korban. Puluhan orang dari Polair Banyuwangi, tim SAR, BPBD,
Posramil Licin, dan relawan, termasuk warga sekitar, tak henti- hentinya
melakukan penyisiran. Mereka berupaya menemukan korban yang terakhir
diketahui tercebur di bawah air terjun.
Tas dan kerudung milik Rita yang
ditemukan tak jauh dari air terjun menjadi patokan tim evakuasi untuk
mencari di kedalaman air. “Kita masih coba sisir di sekitar air terjun.
Beberapa anggota menggunakan perahu karet dan sebagian berpegangan pada
tali,” ujar Kasatpolair Banyuwangi, AKP Subandi, yang ikut ke lokasi.
Hingga tadi malam tim masih belum
menemukan hasil sama sekali terkait keberadaan korban. Dalamnya
kubangan di bawah air terjun mempersulit proses pencarian. Terkait
kemungkinan korban hanyut, tim BPBD, SAR, dan warga, mencoba
menyisir sungai hingga sejauh 200 meter dari lokasi.
Setiap bagian sungai yang dalam
diperiksa warga menggunakan galah. Pencarian terus berlangsung sampai
air terjun Kedung Sigaran yang sedikit lebih besar daripada Kedung Lowo.
Salah seorang warga yang tak sabar langsung masuk ke dalam kubangan
di bawah air terjun. Tetapi, dia tetap tak menemukan apa-apa.
“Kedung Sigaran ini dalamnya 10
meter. Kita sudah membawa galah tapi belum sampai ke dasar,’’ ujar
Sahrul, salah seorang relawan. Diberitakan sebelumnya, rombongan
mahasiswa Uniba mengalami musibah saat melakukan wisata arung jeram
(rafting) di Sungai Sungai Kedung Lowo, Dusun Ledok, Desa Jelun,
Kecamatan Licin, Minggu siang kemarin (13/11).
Satu mahasiswi dinyatakan hilang setelah
perahu karet yang dia tumpangi terbalik di sungai yang kemiringannya
cukup curam. Korban hilang bernama Rita Marta Ayu, 18, warga Dusun
Badolan, Desa Bajul mati, Wongsorejo. Sementara itu, lima
rekannya selamat dari maut.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar
Banyuwangi kemarin, musibah bermula saat rombongan tersebut melakukan
rafting di sekitar Sungai Kedung Lowo. Sekitar pukul 10.00 rombongan
melaksanakan kegiatan arung jeram di sungai tersebut menggunakan perahu
karet.
Satu perahu diisi enam mahasiswa,
termasuk korban yang hilang. Di tengah perjalanan menyusuri sungai,
tepatnya pukul 13.00, tiba- tiba perahu karet yang ditumpangi enam
mahasiswa yang dibantu seorang pemandu tersebut terbalik.
Seluruh penumpang tercebur ke sungai,
termasuk Rita. Satu per satu mahasiswa berusaha menyelamatkan diri agar
bisa keluar ke permukaan air. Nahas, satu penumpang perahu karet,
yakni Rita Marta Ayu, tidak kunjung muncul ke permukaan.
Kuat dugaan, korban tenggelam dan
terbawa arus sungai hingga akhirnya dinyatakan hilang.Mengetahui hal
itu, teman-teman korban dan pemandu rafting berusaha mencari. Sayang,
upaya pencarian belum membuahkan hasil. Mereka akhirnya memutuskan
melaporkan kejadian itu kepada petugas berwenang. (radar)
Sunday, November 13, 2016
Talut Longsor, Grumbul Karangkuning, Desa Windujaya, kecamatan Kedungbanteng Jalan Desa Tertutup Sementara
BANYUMAS, suaramerdeka.com – Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu (12/11) malam menyebabkan talut di Grumbul Karangkuning, Desa Windujaya, kecamatan Kedungbanteng, longsor. Talut dengan ketinggian empat meter tersebut robek sepanjang tujuh meter.
Akibat peristiwa itu, akses jalan penghubung desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Minggu (13/11), warga bersama anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas melakukan kerja bakti membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
“Tidak ada korban jiwa pada persitiwa tersbeut, tapi kerugian diperkirakan mencapi Rp 20 juta. kami bersama warga berupaya membersihkan material longsor agar jalan tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Komandan Tagana, Adi Chandra.
Dia mengimbau warga di sekitar lokasi rawan bencana tanah longsor waspada. Pasalnya intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan pergeseran tanah. Apabila intensitas hujan berlangsung lama, warga diimbau mencari tempat yang lebih aman.
Pamit Cari Rumput, Warga Lumbir Ditemukan Meninggal di Dalam Hutan
LUMBIR- Pamit mencari rumput, Sanikyat (86), warga Prompong, Desa Parungkamal, Kecamatan Lumbir ditemukan meninggal di hutan Kamis (10/11) pukul 15.00 lalu.
Diduga korban mengalami serangan jantung saat mencari rumput. Pasalnya, sekitar pukul 08.00, ia pamit mencari rumput. Kanit Binmas Polsek Lumbir Aiptu Warsito mengatakan, korban diketahui pamit kepada istrinya Ngadiem (55).
Namun sampai pukul 13.00, belum juga pulang. Padahal setiap pergi mencari rumput selalu pulang untuk istirahat pada pukul 12.00. “Karena curiga korban tidak kunjung pulang, istri korban menghubungi tetangganya yaitu Sodali untuk mencari korban.
Istri korban juga bersama tetangga ikut mencari korban ke lokasi yang sering menjadi tempat mencari rumput yaitu di hutan masih berada di desa setempat,”jelas Warsito. Pada pukul 15.00, lanjut Warsito, korban ditemukan tertelungkup di hutan dalam keadaan sudah meninggal.
Warga kemudian menghubungi Polsek dan Koramil serta pemerintah desa setempat. Akhirnya korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Lumbir.
“Dari pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban mengalami serangan jantung mendadak. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk prosesi pemakaman,”jelas Warsito. (gus/acd)
Copyright © Radarbanyumas,co,id
Bikin Heboh, Hendak Dievakuasi, Sesosok Mayat Di Kebumen Mendadak Bangkit dan Tertawa
Tak butuh waktu lama, satuan polisi langung datang ke lokasi kejadian. Dengan sigap mereka turun ke pematang sawah untuk mengangkat sosok 'mayat' tersebut.
Namun belum sampai dievakuasi, warga dan pihak polisi dikagetkan oleh 'mayat' tersebut. Pasalnya 'mayat' tersebut tiba-tiba bangun dan tertawa.
"Tiba-tiba mayat bangun dan tertawa. Semua kaget dan tertawa," tulis Hendro Wiyonoyang menjadi saksi kejadian tersebut.
Alih-alih mayat, ternyata sosok pria tersebut hanyalah orang sakit jiwa yang sedang tiduran di pematang sawah. Setelah menyadari hal tersebut mereka langsung tertawa dengan lepas.

Kejadian ini sempat menjadi viral di media sosial. Kebanyakan netizen mentertawakan kejadian ini, namun banyak juga yang mengapresiasi kecepatan respons dari pihak kepolisian. (dwq)
Kejar Kucing, Balita Jatuh dari Lantai Dua Pasar Genteng Banyuwangi. Teguran Keras Untuk Orang Tua!!
BANYUWANGI – Ini peringatan bagi para orang tua, agar mereka lebih jeli mengawasi buah hatinya yang sedang bermain agar tidak celaka. Seperti yang dialami Andra Tristan, balita yang jatuh dari lantai dua Pasar Genteng gara-gara mengejar kucing.
Akibatnya jatuh dari lantai dua pasar itu, bocah berumur 2,5 tahun itu menderita luka parah di dahi. Ibu Andra, Yanti, 42, menceritakan, kejadian itu bermula saat dirinya menggantikan tugas kakak kandungnya, Siti Masitah untuk berjualan kecambah di Pasar Genteng.
Seperti biasa, Yanti selalu membawa putra bungsunya kemana pun, termasuk ketika berjualan di Pasar Genteng. Sekitar pukul 05.00, Yanti yang berjualan kecambah di lantai dua pasar hendak mengantarkan pesanan pembeli di lantai satu.
Saat itu, Yanti sejenak meninggalkan Andra. Baru beberapa menit ditinggal, Yanti mendengar kerumunan orang berteriak. Setelah dilihat, ternyata putranya dua sudah digotong oleh beberapa orang. Dengan kondisi nyaris seluruh wajah tertutup darah.
enurut beberapa orang yang menggendong Andra, balita itu berlari mengejar seekor kucing. Tanpa sengaja, Andra kemudian menginjak bagian lantai dua gedung yang terbuat dari asbes. Seketika itu, asbes jebol dan balita laki-laki itu jatuh ke lantai satu.
“Padahal saya tinggal hanya sebentar. Tiba- tiba sudah dibawa orang. Katanya mengejar kucing,” jelas Yanti. Saat itu juga, Yanti membawa anaknya ke RSUD Genteng. Karena belum ada peralatan CT Scan di RSUD Genteng, akhirnya Andra dirujuk ke RSUD Blambangan untuk memperoleh penanganan lanjutan.
“Di bagian kepala ini tadi sudah dijahit dulu waktu di RSUD Genteng. Tapi saya disuruh membawa ke sini (RSUD Blambangan). Katanya takut ada apa-apa di kepalanya,” terang Yanti saat ditemui di UGD RSUD Blambangan siang kemarin.
Sementara itu, dr Agung Diah yang menangani Andra mengatakan, tidak ada luka yang terlalu serius di tubuh Andra. Hanya sebuah garis luka di tulang tengkorak karena terjatuh. “Ada fraktur linier di tulang tengkoraknya. Tapi ini masih dibilang wajar, mengingat posisi jatuhnya tengkurap. Mungkin perlu dirawat satu sampai dua hari. Karena tadi katanya sempat muntah-muntah,” ujar dokter Agung Diah.(radar)
Sunday, November 6, 2016
Kasihan MitroTIPI !!, Sehabis Mobil Satelit Siarannya DI Usir, Giliran Reporter Yang Melepas Atribut Saat Tugas Kareta Takut Di Usir Juga!! Lihat Fotonya
Berikut adalah foto foto ketakutan media MitroTIPI saat Menyiarkan demo akbar yang di gelar di jakarta kemaren, Awal masalah terjadi pada saat mobil satelit siaran mitroTipi di usir oleh massa demo karena alasan berita berita yang di suguhkan oleh mitrotipi di anggap selalu berat sebelah.
Dari yang terjadi itu, akhirnya Mitrotipi menyiasatinya dengan melepas semua logo atribut Mitrotipi yang di kenakan oleh kru ataupun reporter pada saat siaran berlangsung, bisa di lihat pada foto foto di bawa ini, terlihat pada saat reporter siaran langsung, atribut logo Mitrotipi tidak tepasang sedikitpun, mulai dari seragam yang di gunakan hingga microfon yang digunakan.
Continue Reading →
Dari yang terjadi itu, akhirnya Mitrotipi menyiasatinya dengan melepas semua logo atribut Mitrotipi yang di kenakan oleh kru ataupun reporter pada saat siaran berlangsung, bisa di lihat pada foto foto di bawa ini, terlihat pada saat reporter siaran langsung, atribut logo Mitrotipi tidak tepasang sedikitpun, mulai dari seragam yang di gunakan hingga microfon yang digunakan.
Friday, November 4, 2016
Woh! Bule Ini Nekat Mudik dari Bali ke Belanda Pakai Supra 125 CC Ber NOPOL "DK 8916 SD" , Baca Cerita Selengkapnya...
Orang yang telah bepergian jarak jauh mengendarai sepeda motor pasti
akan merasakan bagaimana panasnya pantat dan pegalnya kaki ketika sudah
lelah.
Bepergian antar propinsi mungkin sudah hal lumrah. Namun seorang bule asal Belanda ini, nekat mudik dari Bali hanya menggunakan sepeda motor Supra X 125.
Dari Bali, ia menyeberang melewati Jawa, Sumatra, Kuala Lumpur, Istanbul, Kroasia, Austria, jerman dan akhirnya Belanda.
Bule itu diketahui bernama Gerard Elferink. Ia melakukan perjalanan sekitar tiga bulan pada tahun 2013 lalu, tetapi baru viral beberapa hari ini.
Dari foto-foto yang beredar, nampak Gerard sampai Belanda dengan selamat dan langsung disambut oleh beberapa orang.
"This is peanuts, I drove my 125cc Honda Supra-X from Bali to Holland in 2013. No sponsors, just me and I," ungkap Gerard di grup Facebook pecinta Honda Supra X 125.
Dalam sebuah komentar, netizen lain bernama Ndari Wulan mengatakan, perjalanan Gerard tersebut sudah ditulis ke dalam sebuah buku. Namun, saat ini masih dalam bahasa Belanda.
Gerard pun sempat berniat ingin melanjutkan perjalanan melalui Suriah, tetapi gagal karena sedang dilanda Krisis. Selama perjalanan, ia hanya ganti ban dan rantai satu kali.
"Terjadi krisis di Suriah jadi tidak bisa dapat visa untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya, sepeda motor harus diterbangkan dari Kuala Lumpur ke Istanbul. Dari Istanbul lanjut pakai sepeda motor," tulis Ndari.
Ratusan netizen pun takjub dengan semangat pria tersebut dalam
touring menggunakan sepeda motor. Ada yang mengatakan, Gerard
benar-benar seorang riders sejati.
Sejauh ini, Tribun Jogja masih berupaya mengkonfirmasi Gerard dan Ndari untuk menjelaskan soal perjalanan tersebut. (*)
Continue Reading →
Bepergian antar propinsi mungkin sudah hal lumrah. Namun seorang bule asal Belanda ini, nekat mudik dari Bali hanya menggunakan sepeda motor Supra X 125.
Dari Bali, ia menyeberang melewati Jawa, Sumatra, Kuala Lumpur, Istanbul, Kroasia, Austria, jerman dan akhirnya Belanda.
Bule itu diketahui bernama Gerard Elferink. Ia melakukan perjalanan sekitar tiga bulan pada tahun 2013 lalu, tetapi baru viral beberapa hari ini.
"This is peanuts, I drove my 125cc Honda Supra-X from Bali to Holland in 2013. No sponsors, just me and I," ungkap Gerard di grup Facebook pecinta Honda Supra X 125.
Dalam sebuah komentar, netizen lain bernama Ndari Wulan mengatakan, perjalanan Gerard tersebut sudah ditulis ke dalam sebuah buku. Namun, saat ini masih dalam bahasa Belanda.
Gerard pun sempat berniat ingin melanjutkan perjalanan melalui Suriah, tetapi gagal karena sedang dilanda Krisis. Selama perjalanan, ia hanya ganti ban dan rantai satu kali.
"Terjadi krisis di Suriah jadi tidak bisa dapat visa untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya, sepeda motor harus diterbangkan dari Kuala Lumpur ke Istanbul. Dari Istanbul lanjut pakai sepeda motor," tulis Ndari.

Gerard bersyukur sesampainya di Belanda, setelah mudik dari Bali hanya menggunakan motor Supra X 125 CC.
Ratusan netizen pun takjub dengan semangat pria tersebut dalam
touring menggunakan sepeda motor. Ada yang mengatakan, Gerard
benar-benar seorang riders sejati.Sejauh ini, Tribun Jogja masih berupaya mengkonfirmasi Gerard dan Ndari untuk menjelaskan soal perjalanan tersebut. (*)
Thursday, October 27, 2016
Tukang Loak Sudah Deal Seharga 1 Juta, Temuan Wajan Raksasa Akhirnya Di Pindah Ke Museum Tosan Aji Purworejo
Wajan Raksasa Dipindah ke Museum Tosan Aji Purworejo
Mengira hanya sekadar besi tidak bernilai, pekerja bangunan nyaris menjualnya ke tukang loak senilai Rp 1 juta. Niatan itu pun gagal, karena takut berurusan dengan polisi.
BUDI AGUNG, Purworejo
Selalu ada cerita di balik sebuah temuan. Demikian pula dengan wajan berukuran raksasa yang ditemukan pekerja proyek pembanguann Depo Arsip Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Purworejo, Selasa (25/10). Benda itu dikira hanya besi biasa yang masuk barang bekas dan memiliki nilai rupiah, walaupun tidak banyak.
Adalah Siswanto dan Marno, dua pekerja yang pertama kali alat kerjanya terantuk benda keras. Dibersihkan lebih jauh ternyata benda itu memiliki lingkar cukup lebar. Tiga pekerja lain, Lukas, Irul dan Udin, turut membantu melakukan penggalian septic tank yang baru mendapat kedalaman sekitar satu meter tersebut.
Berkali-kali mendaratkan alat di benda tersebut, mereka meyakini jika itu adalah besi yang sudah mulai berkarat. Lukas yang memiliki kenalan seorang tukang loak mencoba berkomunikasi jika dirinya dan lima temannya memiliki besi besar.
“Kebetulan saya yang punya kontak tukang loak itu. Sudah mendatangi lokasi dan disepakati harganya Rp 1 juta. Tapi dia minta besi itu diangkat dan rencananya hari ini (kemarin, Red) akan dibawa,” kata Lukas saat membantu pemindahan wajan berukuran besar itu ke Museum Tosan Aji Purworejo, kemarin (26/10).
Namun segera beredarnya temuan wajan berukuran besar itu mendapat perhatian banyak pihak. Sehingga mengundang pihak terkait untuk melakukan pengecekan ke lokasi dan melarang penjualan ke pihak lain.
“Tahu dilarang dijual ya kami ikut saja. Kami takut kalau sampai berurusan dengan polisi. Terus terang, awalnya kami tidak tahu kalau benda itu masuk benda yang memiliki sejarah,” tambahnya.
Adanya temuan benda itu ditindaklanjuti Pengelola Museum Tosan Aji dan dilaporkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah untuk dilakukan pengecekan dan pantuan langsung di lapangan. Memiliki diameter 1,75 meter dan ketebalan 3 sentimeter serta berat diperkirakan mencapai 500 kg, wajan itu dipindahkan ke Museum Tosan Aji untuk pengamanan dan penyelamatan.
“Wajan ini tidak lengkap dan hanya bagian bawah saja yang ada. Ada juga temuan penyerta yang ditemukan di dekat wajan yakni tiga besi kecil dengan perincian dua memanjang dan satu lingkaran seperti tempat meletakkan minyak,” ujar Junawan, Seksi Penyelamatan BPBC Jateng.
Ketiga benda ditemukan pertama kali di atas wajan. Dan diperkirakan tidak ada benda lain lagi yang memiliki hubungan dengan temuan itu. Hal ini didasarkan pada lokasi tertanamnya wajan di mana tidak terdapat tungku api seperti temuan di Kutoarjo beberapa waktu lalu.
“Kalau disamakan, ini seperti temuan wajan di batang. Jadi wajan hanya tertanam saja di dalam tanah tanpa ada temuan pendukung,” tambah Junawan yang datang didampingi Seksi Pengamanan Harun Al Rosyid.
Sebagai langkah penelitian, pihaknya juga membawa patahan wajan dari lokasi yang akan dilakukan penelitian untuk mengetahui resido yang dikandung dalam wajan. Terkait usia wajan, Junawan mengaku secara absolut tidak bisa menyatakan, namun secara relatif hal itu bisa diketahui.
“Kami akan membandingkan dengan temuan-temuan yang sudah ada,” tambahnya.
“Kami akan membandingkan dengan temuan-temuan yang sudah ada,” tambahnya.
Pantauan Radar Jogja, proses evakuasi wajan cukup memakan waktu dan membuat arus lalulintas di depan Depo Arsip Arpusda Purworejo tersendat. Berhasil diangkat, wajan selanjutnya dimasukkan ke truk miliki DPU untuk dibawa ke Museum Tosan Aji yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi.
Wajan kemudian ditempatkan di sebelah barat wajan raksasa yang telah ada di Museum Tosan Aji. Ditilik dari dasar wajan, sangat mungkin besar wajan yang ditemukan terakhir lebih besar jika dalam kondisi utuh. (laz/mg2)
Hilang 4 Hari, Bocah Asal Magetan Ternyata Korban Penculikan dan Di Jadikan Pengamen

Magetan - Bocah bernama Alex Eko Putro (10) warga Desa Kembang Kecamatan Jogorogo Ngawi, hilang selama 4 hari sejak Kamis (13/10) lalu. Alex ternyata jadi korban penculikan dan dipaksa mengamen. Alex ditemukan petugas Satpol PP di alun-alun Kota Magetan Minggu (16/10) malam saat ada pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Saat ditemukan, bocah kelas 4 SD itu dalam keadaan bingung sebab tidak ada orang lain yang menemaninya.
Saat ditanya petugas, korban mengatakan jika dirinya pergi bersama seorang pria yang saat itu menunggu di suatu tempat. Ketika petugas mendatangi pria yang ditujukan si bocah, tiba-tiba pelaku langsung melarikan diri.
Petugas lalu melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap Senin (17/10) siang, di sebuah warung di Kota Magetan. Kepada petugas pelaku warga Magetan bernama Trianto (35) itu mengaku mengajak korban pergi dari rumah untuk disuruh mengemis dan mengamen.
"Saya paksa-paksa dia, saya suruh mengamen dan minta-minta," ujar Trianto kepada petugas. Menurut kepala Satpol PP Magetan, Chanif Tri Wahyudi, korban ditemukan salah seorang warga yang mengetahui korban sedang bingung di tengah alun alun. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke petugas Satpol PP.
"Anak itu kebingungan. Terus kita amankan dan ternyata dia itu sudah hilang selama 4 hari. Informasinya memang dia diajak seseorang," kata Chanif Tri Wahyudi kepada detikcom Senin (17/10). Usai diperiksa di Kantor Satpol PP, pelaku akhirnya diserahkan ke polisi. Sementara korban dikembalikan kepada orang tuanya.
Tuesday, October 25, 2016
Gila!! Video Yang Lagi Heboh DI Youtube, Para Tahanan Di BRAZIL Main Sepak Bola Dengan Kepala Manusia
Video tahanan bermain sepak bola menggunakan kepala manusia membuat gempar dunia.
Dalam video berdurasi kurang lebih tiga menitan itu memperlihatkan belasan tahanan bermain sepak bola di lapangan tengah penjara. Dalam permainan bukanlah bola yang digunakan mereka, tetapi kepala manusia.

Yang mengejutkan lagi adalah ada sorakan para tahanan lain, seolah tengah merayakan kemenangan.
Dan ternyata benar saja, dikutip SuryaMalang.com, Senin (24/10/2016),
kepala manusia yang digunakan para tahanan di LP Fortaleza, Brasil itu
adalah hasil perkelahian antara sekelompok narapidana. Perkelahian itu
dimenangkan oleh anggota geng Primeiro Comando da Capital, salah satu
geng terbesar di penjara itu.
Ketika itu sedang terjadi kerusuhan. Dikabarkan, 21 tahanan yang tewas dalam kerusahan tersebut. Dan 7 diantaranya tewas karena kepalanya dipenggal.
Diduga, kepala yang digunakan geng mematikan itu adalah kepala dari anggota musuhnya, Comando Vermelho.
Menurut Menteri Kehakiman dan Warga Negara Roraima, Oziel de Castro, perang antar-faksi pecah terjadi setelah satu sayap penjara diserbu sekolompok narapidana saat rival mereka tengah menerima kunjungan keluarga.
Selama ini, Brasil memang terkenal akan kekerasan di dalam penjara. Setidaknya 100 narapidana yang tewas dalam pembantaian di LP Carandiru pada tahun 1992.
Continue Reading →
Dalam video berdurasi kurang lebih tiga menitan itu memperlihatkan belasan tahanan bermain sepak bola di lapangan tengah penjara. Dalam permainan bukanlah bola yang digunakan mereka, tetapi kepala manusia.

Ketika itu sedang terjadi kerusuhan. Dikabarkan, 21 tahanan yang tewas dalam kerusahan tersebut. Dan 7 diantaranya tewas karena kepalanya dipenggal.
Diduga, kepala yang digunakan geng mematikan itu adalah kepala dari anggota musuhnya, Comando Vermelho.
Menurut Menteri Kehakiman dan Warga Negara Roraima, Oziel de Castro, perang antar-faksi pecah terjadi setelah satu sayap penjara diserbu sekolompok narapidana saat rival mereka tengah menerima kunjungan keluarga.
Selama ini, Brasil memang terkenal akan kekerasan di dalam penjara. Setidaknya 100 narapidana yang tewas dalam pembantaian di LP Carandiru pada tahun 1992.
2 Siswa SMP Bergurau Waktu Berkendara, Cium Truk Yang Sedang Parkir Langsung Kritis Di Kelurahan Giri
BANYUWANGI – Insiden kecelakaan
yang melibatkan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) ini layak menjadi
perhatian orang tua. Khususnya bagi orang tua agar tidak
membiarkan anak usia dini menggunakan kendaraan motor.
Sebab, nasib yang dialami dua pelajar
asal Kelurahan Boyolangu dan Kelurahan Giri ini bisa menimpa siapa saja.
Diduga akibat bergurau di atas motor yang sedang dikendarai, dua
pelajar harus dilarikan ke rumah sakit.
Mereka adalah Fajar Alpani, 13, warga
Kelurahan Boyolangu, dan Slamet Refandi, 13, warga Kelurahan/ Kecamatan
Giri. Mereka mengalami luka serius di kepala. Hal itu terjadi akibat
motor yang mereka kendarai menyeruduk bodi belakang truk yang sedang
parkir.
Kasus kecelakaan itu kini ditangani Unit
Laka Lantas Polres Banyuwangi. Motor nahas yang mereka tunggangi sudah
diamankan untuk kepentingan pemeriksaan. “Sudah diamankan. Kasusnya
kini dalam penyelidikan,” beber AKP Samirin, Kasatlantas Polres
Banyuwangi.
Diperoleh keterangan, kecelakaan itu
terjadi di Jalan Argopuro, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan
Klatak, Kalipuro. Saat itu Fajar dan Anton baru saja pulang sekolah.
Mengendarai motor Honda Supra 125, keduanya menyusuri Jalan Argopuro.
Kondisi jalan yang menurun diduga
membuat keduanya terlena. Dengan kecepatan tinggi, keduanya
melajukan motor secara zigzag. Nahas, dari arah depan truk yang
dikemudikan Anton Sasmito, 30, baru saja parkir di pinggir jalan persis
di depan gudang PT. NB.
Saat baru turun dari truk Mitsubishi
bernopol P 8107 UE, sopir asal Singojuruh itu langsung dikejutkan suara
benturan hebat dari arah belakang. Dia pun segera menuju ke sumber
benturan.Tak dinyana, kedua pelajar sudah terkapar.
Keduanya mengalami luka serius di
kepala. Motor bernopol P 2632 XF yang dikemudikan kedua pelajar itu
juga rusak berat. Dibantu masyarakat setempat, korban dievakuasi menuju
rumah sakit. Saat ini kondisi mereka kritis. (radar)
Monday, October 24, 2016
Danau Sobo Penuh Darah, Berwarna Merah dan Sedikit Bebau Busuk, Tetapi Warga Sudah Terbiasa
BANYUWANGI – Sebuah pemandangan
mirip kisah-kisah di film horor tampak di salah satu kubangan air di
Pantai Sobo. Bagaimana tidak, di salah satu kubangan berbentuk danau
kecil yang berada sekitar 10 meter dari bibir pantai itu berwarna merah
darah.
Bau busuk menusuk hidung saat melewati
danau darah tersebut. Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi mendatangi lokasi
tersebut, tampak seluruh bagian danau berwarna merah kental. Padahal
danau serupa yang berjarak sekitar lima meter dari tempat itu berair
jernih.
Tak lama ada seorang warga yang
menggunakan danau tersebut untuk memandikan kerbaunya. Menurut
keterangan si penggembala kerbau itu, warnai air itu memang menjadi
merah dikarenakan darah. Namun, bukan darah manusia atau hewan
ternak, melainkan darah dari udang dan ikan yang dibersihkan oleh
nelayan di sekitar Pantai Sobo.
“Warga biasanya membersihkan udang dan
ikan sebelum dijemur,’’ Sumadi, si penggembala kerbau. Karena jumlahnya
yang cukup banyak, mengakibatkan air di danau kecil itu menjadi merah
darah. “Tapi airnya ini aman kok. Ikan-ikan air tawar yang di dalamnya
juga masih hidup. Ada ikan nila dan ikan mujahir. Kerbau ini juga
mandi di sana,” imbuh Sumadi sambil menarik tali kerbaunya.
Air di dalam danau darah
itu bersirkulasi dari sungai yang ada di bagian barat danau. Sehingga
pemandangan danau yang di penuhi darah itu akan hilang ke esokan
harinya.
“Di sini sudah terbiasa semua.
Jadi orang mancing dan memandikan kerbau tidak merasa terganggu dengan
darah. Kalau bau yang tidak enak berasal dari sisa bagian tubuh udang
yang dibuang orang,” pungkasnya. (RADAR)
Innova Hajar Pengendara Motor Honda Beat dan Rumah Warga Di Daerah SPBU Yosumulyo Gambiran
GAMBIRAN – Tabrakan hebat terjadi di
sekitar SPBU Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, siang kemarin
(22/10). Gara-gara menghindari papan proyek PLN, mobil Toyota Kijang
Innova bernopol P 891 VR mengalami kecelakaan.
Mobil Innova yang dikemudikan Yuniawati,
28, warga Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran,
Banyuwangi, itu menyeruduk motor Honda Beat bernopol P 2877 ZZ.
Belum berhenti sampai di situ, kendaraan jenis multi purpose vehicle
(MPV) tersebut terus nyelonong dan baru berhenti setelah menabrak
pagar rumah warga.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan
itu. Hanya, pengendara motor Honda Beat, yakni Hadi Poeryono, 46,warga
Dusun Sidorejo Kulon, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, mengalami
luka. Poeryono mengalami luka robek di kepala. Bagian kanan dan kiri
kepalanya terluka.Pelipis kanannya juga robek. Dia juga
mengalami lecet di pergelangan tangan dan pinggang. Hingga berita ini
ditulis, Poeryono masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS)
Al-Huda, Gambiran.
Sementara itu, kejadian itu bermula saat mobil yang
dikendarai Yuniawati itu melaju dari arah utara.
Begitu tiba di lokasi kejadian,
pengemudi melihat rambu peringatan proyek PLN. Diduga kaget melihat
rambu proyek itu, pengemudi Innova berusaha menghindar. Dia langsung
banting setir ke kanan. Namun, pada saat bersamaan, dari arah selatan
ternyata melaju sepeda Honda Beat.
Karena jaraknya terlalu dekat, akhirnya
benturan tak bisa dihindari. Mobil Innova itu tanpa ampun menghajar
motor. Bahkan, motor Honda Beat itu sempat terseret sejauh lima
meter. Setelah menabrak motor, laju mobil Innova semakin tidak
terkendali.
Kendaraan itu berhenti setelah menabrak
pagar rumah Ken Riwati, 48. Rumah yang berada persis di sebelah SPBU
Yosomulyo tersebut pagarnya hancur. Menurut Ubay Dillon, 34, saksi mata
di lokasi kejadian, mobil Innova tersebut melaju sangat kencang.
Padahal, di sekitar lokasi sedang ramai pekerja PLN yang sedang
memasang kabel jaringan.
”Mobil itu kencang sekali. Setelah
menyenggol rambu peringatan proyek, mobil oleng dan menabrak sepeda
motornya Pak Poer,” jelas Ubay. Secara terpisah, Kanit Lantas Polsek
Gambiran, Iptu Kateno, mengatakan kecelakaan tersebut diduga akibat
kelalaian pengemudi mobil.
”Menurut warga di sekitar TKP, mobil
Kijang Innova tersebut sempat menyenggol papan peringatan milik PLN.
Kemudian, diduga kaget, sopir mobil banting setir kanan dan
menabrak sepeda motor,” jelasnya. (radar)
Sunday, October 23, 2016
Misteri Mayat Di Bamburia Terungkap, Sebab Meninggal Tidak Jelas Tapi Keluarga Tidak Ingin Otopsi Di Lakukan
GLAGAH – Identitas mayat lelaki yang ditemukan di pinggir sungai Bambu Ria, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Jumat lalu (21/10) akhirnya berhasil diidentifikasi. Hasil identifikasi, mayat lelaki itu diketahui bernama Sulasmono, 70, warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.
Lewat ciri-ciri yang dimiliki korban, pihak keluarga akhirnya memastikan jasad pria lanjut usia itu adalah keluarganya. “Usai diidentifikasi langsung diambil keluarga untuk dimakamkan,” beber Kapolsek Glagah, AKP Ibnu Mashud.
Sementara itu, Sulasmono diketahui meninggalkan rumah selama dua hari terakhir. Dia meninggalkan rumah dengan membawa becak. Penyebab pasti meninggalnya korban masih belum jelas. Sebab, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Namun, hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Sekadar mengingatkan, sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak di pinggir sungai di kawasan Bambu Ria, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Jumat lalu. Kali pertama ditemukan, mayat tanpa identitas itu dalam kondisi setengah telanjang.
Badan bagian atas masih mengenakan kaus warna putih, sedangkan bagian bawah tidak mengenakan celana. Darah mengucur dari kepala. Korban kali pertama ditemukan oleh Alfiah pada pukul 19.14. Saat itu perempuan asal Kelurahan Kebalenan itu hendak mencuci pakaian di sungai tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Saat melewati pohon bambu, Alfiah melihat seseorang dalam posisi tertelungkup setengah telanjang di dekat sungai. Sebelum melapor ke polisi, Alfiah sempat memfoto posisi awal mayat korban. Alfiah mengaku tidak kenal sosok pria yang meninggal dunia tersebut.
Tetapi, lokasi tersebut memang menjadi lokasi buang hajat warga yang lewat. Selain terlindung dan teduh, kondisi airnya terbilang jernih. (radar)
Saturday, October 22, 2016
Baju Hits Yang di Kenakan Syahrini Jadi Pembicaraan Netizen Karena Terlalu WOW, Lihat Foto Jelasnya....
Namun, penampilannya ini kerapkali mendapat kritikan bahkan hujatan dari kalangan netizen. Seperti penampilannya yang baru-baru ini yang diunggah oleh akun @thereal_jenk_kelin.
Dalam foto tersebut, Syahrini ini tampak sedang berada di pinggir kolam renang di Bali. Seperti biasanya, penampilannya selalu heboh.
Dalam kesempatan itu, artis cantik ini mengenakan baju terusan dan outer berwarna hitam, sebagaimana dikutip TribunnewsBogor.com.
Tampilannya juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris berupa topi hitam dan choker warna hitam yang mengalungi lehernya. Tak ada yang salah memang, tampilannya juga sangat pas dengan suasana saat itu.
Tak ayal, foto ini pun langsung menjadi bulan-bulanan netizen. Banyak netizen yang menghujat penampilan Syahrini. Menurut mereka, penampilan Syahrini sebenarnya bisa lebih baik lagi.
Bagaimana menurutmu?
Sesosok Mayat Mister X Yang Di Temukan Di Daerah Bamburia, Diduga Terpeleset setelah Buang Hajat di Sungai
GLAGAH – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di pinggir sungai di kawasan Bambu Ria, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, siang kemarin. Kali pertama ditemukan, mayat tanpa identitas itu dalam kondisi setengah telanjang.
Badan bagian atas masih mengenakan kaus warna putih, sedangkan bagian bawah tidak mengenakan celana. Darah mengucur dari bagian kepalanya. Belum jelas penyebab keluarnya darah dari kepala pria yang disebut-sebut sebagai tukang becak tersebut. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
“Penyebab kematiannya kini masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Ibnu Mas’ud, Kapolsek Glagah, ditemui di lokasi penemuan maya. Korban kali pertama ditemukan tergeletak oleh Alfiah. Sekira pukul 19.14 perempuan asal Kelurahan Kebalenan itu hendak mencuci pakaian di sungai tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Saat melewati pohon bambu, Alfiah melihat seseorang dalam posisi tertelungkup setengah telanjang di dekat sungai. Merasa penasaran, wanita itu mencoba mendekat. Sebelum melapor ke polisi, Alfiah sempat memfoto posisi awal mayat korban.
“Saya tadi mau cuci pakaian, tapi kok ada orang di sana. Saya foto langsung lapor ke polres,” akunya. Alfiah mengaku tidak kenal dengan sosok pria yang meninggal tersebut. Tetapi, lokasi tersebut memang menjadi lokasi buang hajat. Selain terlindung dan teduh, kondisi sungainya juga sangat jernih.
Soal penyebab meninggalnya korban, polisi masih melakukan penyelidikan. Celana, sandal, dan becak milik korban diamankan polisi. Jasadnya langsung dievakuasi menuju kamar mayat RSUD Blambangan. Dugaan penganiayaan dan penyebab keluarnya darah dari kepala korban masih diteliti.
Dugaan sementara korban meninggal karena terpeleset. Mr X tersebut diduga sempat buang hajat sebelum meninggal. Diduga, tingginya tanggul penahan sungai membuatnya hilang keseimbangan saat mentas dari sungai. Karena tanpa identitas, polisi hanya bisa mengenali ciri dari tubuh korban.
Tinggi korban sekitar 160 cm, rambut memutih, kulit cokelat, dan mengenakan pakaian atau kaus warna putih. Usia korban diperkirakan 55 hingga 60 tahun. “Kalau ada yang kenal silakan menghubungi kantor polisi terdekat,’’ imbau Kapolsek Ibnu Mas’ud. (RADAR)
Thursday, October 20, 2016
Foto Kartika Putri Membuat Heboh Sosial Media, Banyak Netizen Bilang Keliatan Nyembul Seperti Tanpa Br*..!! Cek Fotonya Selagi Belum Dihapus
Siapa yang tidak kenal dengan artis cantik yang satu ini, Kartika
Putri. Artis yang terkenal dengan logat ngapak nya ini memang pandai
membuat orang tertawa, tetapi bukan hanya itu saja kalau di lihat-lihat
Kartika Putri mempunyai tubuh yang sesksi dan payudara yang tergolong
besar dan kencang.
Baru-baru ini Kartika Putri membuat para netizen ngiler khusus nya para lelaki, Kartika Putri mengunggah foto di akun sosial media yang bikin netizen menelan air ludah. Ini dikarenakan foto yang di unggah oleh Kartika Putri berpakaian yang membuat puting payudara nya terlihat menyembul.
Foto yang di unggah di akun Instagram pribadi nya tersebut nampak sekali Kartika Putri sedang duduk di tepi pantai. Karput (panggilan dari Kartika Putri) mengenakan pakaian gaun berwarna pink muda dengan lengan bertali. Dalam foto tersebut Kartika Putri nampak cantik dan anggun, apalagi ketika ia tidak menggunakan bra seperti dalam foto tersebut. *Bercanda yaa jangan di anggap serius :D*
Dengan berpakaian gaun yang berbahan tipis, terlihat sekali bahwa
Kartika Putri tidak menggunakan bra. Ini dikarenakan terlihat jelas
kalau puting payudara Kartika Putri menyembul seperti ingin menunjukkan
bahwa tidak menggunakan bra. Lantaran itu banyak sekali netizen yang
menebak-nebak jika Kartika Putri tidak menggunakan bra pada foto yang di
unggah nya tersebut.
“Klihatan gk pke BRA,” komen @rina_pallupi. “Sepertinya tanpa BRA yah?,” ujar akun @silvanovita21. “Pakek BH and celana dalem enggk tuh wkwkwkw,” sindir akun @fandy_indrawan.
“Punting mu klhatan put,” sambung akun @iyan3884. “Itu nya kok kelihatan sihh kak @kartikaputriworld,” tulis @annissarahmawati94.
Sejak diunggah pada Minggu (17/7/2016), foto Kartika Putri tersebut sudah dilike lebih dari 30 ribu, dengan 365 komentar.
Mungkin Kartika Putri berfikir dikarenakan foto nya di ambil dari jarak yang lumayan jauh para netizen tidak memperhatikan bagian payudara nya, ternyata salah karena kebanyakan netizen sekarang sangat teliti sekali dalam memperhatikan bagian tubuh dari Kartika Putri.
Semoga saja Kartika Putri akan mengunggah foto yang lebih sopan lagi, dikarenakan dia adalah seorang artis jadi setiap aktivitas nya selalu di perhatikan oleh para fans dan haters nya.
Sumber : banyakbacac.com
Continue Reading →
Baru-baru ini Kartika Putri membuat para netizen ngiler khusus nya para lelaki, Kartika Putri mengunggah foto di akun sosial media yang bikin netizen menelan air ludah. Ini dikarenakan foto yang di unggah oleh Kartika Putri berpakaian yang membuat puting payudara nya terlihat menyembul.
Foto yang di unggah di akun Instagram pribadi nya tersebut nampak sekali Kartika Putri sedang duduk di tepi pantai. Karput (panggilan dari Kartika Putri) mengenakan pakaian gaun berwarna pink muda dengan lengan bertali. Dalam foto tersebut Kartika Putri nampak cantik dan anggun, apalagi ketika ia tidak menggunakan bra seperti dalam foto tersebut. *Bercanda yaa jangan di anggap serius :D*
“Klihatan gk pke BRA,” komen @rina_pallupi. “Sepertinya tanpa BRA yah?,” ujar akun @silvanovita21. “Pakek BH and celana dalem enggk tuh wkwkwkw,” sindir akun @fandy_indrawan.
“Punting mu klhatan put,” sambung akun @iyan3884. “Itu nya kok kelihatan sihh kak @kartikaputriworld,” tulis @annissarahmawati94.
Sejak diunggah pada Minggu (17/7/2016), foto Kartika Putri tersebut sudah dilike lebih dari 30 ribu, dengan 365 komentar.
Mungkin Kartika Putri berfikir dikarenakan foto nya di ambil dari jarak yang lumayan jauh para netizen tidak memperhatikan bagian payudara nya, ternyata salah karena kebanyakan netizen sekarang sangat teliti sekali dalam memperhatikan bagian tubuh dari Kartika Putri.
Semoga saja Kartika Putri akan mengunggah foto yang lebih sopan lagi, dikarenakan dia adalah seorang artis jadi setiap aktivitas nya selalu di perhatikan oleh para fans dan haters nya.
Sumber : banyakbacac.com
Subscribe to:
Posts (Atom)























