Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Monday, December 5, 2016

Pemkab Magetan Serius Mengelolah Telaga Wahyu, Telaga Wahyu Dapat Gelontoran Dana Sehar Rp 1 Miliar Untuk Memoles Supaya Menarik



MAGETAN – Duit Rp 1 miliar bakal dipakai Pemkab Magetan untuk memoles Telaga Wahyu. Anggaran itu naik dibanding tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp 600 juta. ‘’Angka detilnya lupa, tapi dikisaran Rp 1 miliar untuk penambahan sejumlah fasilitas,’’ ujar Kepala Disparbudpora Magetan Siran.

Kata dia, peningkatan anggaran itu untuk memacu percepatan pembangunan di kawasan Telaga Wahyu. Dijelaskan, pembangunan tahun depan meneruskan pekerjaan di tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jogging track hanya ada di sisi timur telaga, nantinya keseluruhan keliling Telaga Wahyu. Selain itu, Siran berencana untuk menambah fasilitas pendukung. ‘’Seperti musala, tempat parkir dan  MCK,‘’ tuturnya.

Siran menambahkan, dengan penambahan sarana dan prasarana serta fasilitas diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Sesuai keinginan pemkab, ada objek wisata selain Telaga Sarangan yang banyak dikunjungi wisatawan. ‘’Saat ini yang serius dikembangkan adalah Telaga Wahyu,‘’ ujarnya.

Menurut Siran, alokasi anggaran besar untuk Telaga Wahyu itu sebagai bukti untuk meningkatkan sektor pariwisata di Magetan. Ini lantaran pemkab punya target menjadi Magetan sebagai kota wisata. Selain memoles objek wisata, juga mulai digagasa adanya program desa wisata. ‘’Ada 13 Desa Wisata yang tersebar di Magetan,‘’ imbuhnya. (odi/ota)
Continue Reading →

Wednesday, November 16, 2016

Lagi Lagi, Penemuan Jasad Perempuan Yang Mengapung di Kanal Kebondalem Bangorejo, Menghebohkan Warga Sekitar

 

Warga yang tinggal di sekitaran Kanal Kebondalem Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo dikejutkan dengan mayat wanita yang mengapung di sungai. Jasad perempuan nahas itu tersangkut di tumpukan sampah.

Setelah ditelusuri ternyata mayat wanita tersebut bernama Siti Hariyani (33), warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 06.45 WIB, Rabu (16/11/2016), dalam kondisi mengenakan pakaian kuning, bra warna ungu sama seperti ketika pamitan pada keluarganya sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (15/11/2016). Malam itu korban memang bilang hendak ke sungai untuk buang hajat.

Hasil keterangan yang didapat petugas, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi. Atas alasan itu keluarga korban menolak permohonan otopsi yang diajukan aparat Polsek Bangorejo.
Usai pandatanganan penolakan otopsi, aparat menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga. Tujuannya agar korban segera dimakamkan di kampung halamannya yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian perkara.

Kapolsek Bangorejo menambahkan, hasil visum petugas medis Puskesmas Bangorejo yang datang ke lokasi bersama aparat kepolisian menemukan sejumlah luka pada tubuh Siti Hariyani. Luka itu terlihat pada bagian dahi dan pelipis kanan.

Menurut tim medis luka itu terjadi akibat korban jatuh ke sungai dan membentur benda tumpul. Selain di dua area itu tidak ditemukan luka lain. (riz)
Continue Reading →

Tuesday, November 15, 2016

Berikut Cerita Kronologi Hilangnya Rita Marta Yang Di Sampaikan Andri Selaku Kepala Tim Mahasiswa Uniba

 

SEMENTARA itu, di tengah proses evakuasi, Andri Saputra, 22, salah seorang mahasiswa yang dianggap sebagai kepala tim mahasiswa  Uniba dipanggil ke Polsek Licin untuk dimintai keterangan. Usai dimintai keterangan, mahasiswa dari Kalimantan Tengah itu mengungkapkan,  rencana kegiatan arung jeram itu murni pribadi. Bukan kegiatan Diklatsar Mapala seperti  yang dikatakan beberapa orang.

Andri  menceritakan, rencana itu bermula saat dirinya dan dua temannya, I Made Widya  dan Dwi Bagus, berencana bermain arung jeram di Dusun Srampon, Desa Segobang. Kemudian, Andri menawari tiga temannya, yaitu Umi Farida, Sulistyaningsih, dan Rita Marta, untuk ikut kegiatan tersebut. Mereka bertiga ternyata bersedia.

Akhirnya mereka pun berangkat menuju Desa Segobang pada Minggu (13/11) pukul 08.00. Andri yang memiliki kenalan warga Dusun Srampon, Desa Segobang, bernama Taufik, langsung mengajak rekan-rekannya  ke rumah kenalannya itu.

Tak lama kemudian mereka langsung menuju lokasi dengan membawa perahu karet yang belakangan  diketahui aset milik Desa Segobang. “Awalnya pada malam minggu saya tanya-tanya. Katanya peralatannya sudah lengkap dan lokasinya aman untuk arung jeram. Jadi saya tawari teman-teman  yang lain,” ujar Andri.

Rupanya perkiraan Andri meleset, perahu karet memang aman setelah berjalan. Namun, mendekati Kedung Lowo, kondisi berubah. Karena Andri dan rekan-rekannya ternyata tidak bisa menguasai perahu karetnya. Sekitar 20 meter sebelum air terjun, perahunya terbalik. Dia dan kelima temannya pun terseret arus dan  jatuh ke air terjun.

“Begitu jatuh saya langsung minggir dan meng-  hitung teman-teman saya. Ternyata   benar, ada satu yang tidak ada. Saya sempat mencari di sekitar air terjun,lalu ketemu kerudung dan tasnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua BEM Uniba itu.

Begitu mengetahui satu rekannya tidak ada, Andri langsung pergi mencari sinyal selular dan  mencari bantuan, termasuk menghubungi Kodim 0825. Selanjutnya, orang-orang berdatangan  dan mencari korban hingga sekarang. Andri juga sempat menghubungi orang tua Rita yang  kemudian datang pada malam  harinya.

“Anaknya ini baik dan suka penasaran. Awalnya saya memang berniat hanya bertiga main arung jeram. Tapi ternyata ada tiga lagi yang ikut,” ujarnya. Kepala Desa Segobang, Syamsul Kholik, saat dikonfirmasi terkait keberadaan wisata arung jeram tanpa alat pengaman itu mengaku tidak tahu-menahu.

Yang dia   ketahui, wisata arung jeram berada  di sekitar daerah Kedawung Adventure. Itu pun dengan rute  yang tidak berbahaya dan dilengkapi pengaman lengkap, mulai helm, pelampung, dan dayung. Saat peristiwa berlangsung,  Kholik mengaku tak mendapat   laporan sama sekali dari pihak dusun maupun masyarakat.

“Kemungkinan ini bukan kegiatan  resmi, karena laporannya tidak ada. Saya juga heran kenapa mereka berani naik perahu karet,  padahal tidak ada pelindung  sama sekali,” ujarnya keheranan. Taufik, warga Dusun Srampon yang dipercaya meminjami perahu karet, saat dikonfirmasi terkesan kebingungan. Dia berusaha menghindar  dan mengatakan dirinya bukan guide dan hanya ikut main-main saja.

“Saya ikut main, bukan penunjuk jalan. Saya juga ikut mencari bantuan waktu perahunya tenggelam,” ujar Taufik saat ditemui di Polsek Licin. (radar)
Continue Reading →

Pencarian Rita Marta Ayu Yang Dilakukan oleh Polair, Tim SAR, BPBD, Posramil dan Relawan Nihil, Hanya Menemukan Kerudung Dan Tas Korban Saja

 

LICIN – Proses pencarian korban tenggelam di Sungai Kedung Lowo, Dusun  Ledok, Desa Jelun, Kecamatan Licin, belum membuahkan hasil. Rita Marta Ayu, 19, mahasiswi semester 1 Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas PGRRI Banyuwangi (Uniba), yang hilang  setelah perahu karet yang dia tumpangi terbalik hingga kemarin (14/11) belum  ditemukan.

Tim SAR sebatas menemukan kerudung dan tas milik korban. Puluhan orang dari Polair Banyuwangi, tim SAR, BPBD, Posramil Licin, dan relawan, termasuk warga sekitar, tak henti- hentinya melakukan penyisiran. Mereka berupaya menemukan  korban yang terakhir diketahui tercebur di bawah air terjun.

Tas dan kerudung milik Rita yang ditemukan tak jauh dari air terjun menjadi patokan tim evakuasi  untuk mencari di kedalaman air. “Kita masih coba sisir di sekitar air terjun. Beberapa anggota menggunakan perahu karet dan sebagian berpegangan pada tali,” ujar Kasatpolair Banyuwangi, AKP   Subandi, yang ikut ke lokasi.

Hingga tadi malam tim masih belum menemukan hasil sama sekali terkait keberadaan korban.  Dalamnya kubangan di bawah  air terjun mempersulit proses pencarian. Terkait kemungkinan korban hanyut, tim BPBD, SAR,  dan warga, mencoba menyisir sungai hingga sejauh 200 meter dari lokasi.

Setiap bagian sungai yang dalam diperiksa warga menggunakan galah. Pencarian terus berlangsung sampai air terjun Kedung Sigaran yang sedikit lebih besar daripada Kedung Lowo. Salah seorang warga yang tak sabar langsung masuk   ke dalam kubangan di bawah air terjun. Tetapi, dia tetap tak menemukan apa-apa.

“Kedung Sigaran ini dalamnya 10 meter. Kita sudah membawa galah tapi belum sampai ke dasar,’’ ujar  Sahrul, salah seorang relawan. Diberitakan sebelumnya, rombongan mahasiswa Uniba mengalami musibah saat melakukan wisata arung jeram (rafting) di  Sungai Sungai Kedung Lowo, Dusun Ledok, Desa Jelun, Kecamatan  Licin, Minggu siang kemarin  (13/11).

Satu mahasiswi dinyatakan hilang setelah perahu karet yang dia tumpangi terbalik di sungai yang kemiringannya cukup curam. Korban hilang bernama Rita Marta  Ayu, 18, warga Dusun Badolan,  Desa Bajul mati, Wongsorejo. Sementara itu, lima rekannya selamat dari maut.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, musibah bermula saat rombongan tersebut melakukan rafting di  sekitar Sungai Kedung Lowo.  Sekitar pukul 10.00 rombongan  melaksanakan kegiatan arung jeram di sungai tersebut menggunakan perahu karet.

Satu perahu diisi enam mahasiswa, termasuk korban yang hilang.  Di tengah perjalanan menyusuri  sungai, tepatnya pukul 13.00, tiba- tiba perahu karet yang ditumpangi enam mahasiswa yang dibantu seorang pemandu tersebut terbalik.

Seluruh penumpang tercebur ke sungai, termasuk Rita. Satu per satu mahasiswa berusaha  menyelamatkan diri agar bisa  keluar ke permukaan air. Nahas, satu penumpang perahu  karet, yakni Rita Marta Ayu, tidak  kunjung muncul ke permukaan.

Kuat dugaan, korban tenggelam dan terbawa arus sungai hingga akhirnya dinyatakan hilang.Mengetahui hal itu, teman-teman  korban dan pemandu rafting  berusaha mencari. Sayang, upaya pencarian belum membuahkan  hasil. Mereka akhirnya memutuskan melaporkan kejadian itu kepada petugas berwenang. (radar)
Continue Reading →

Sunday, November 13, 2016

Talut Longsor, Grumbul Karangkuning, Desa Windujaya, kecamatan Kedungbanteng Jalan Desa Tertutup Sementara

BANYUMAS, suaramerdeka.com – Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu (12/11) malam menyebabkan talut di Grumbul Karangkuning, Desa Windujaya, kecamatan Kedungbanteng, longsor. Talut dengan ketinggian empat meter tersebut robek sepanjang tujuh meter.
Akibat peristiwa itu, akses jalan penghubung desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Minggu (13/11), warga bersama anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas melakukan kerja bakti membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
“Tidak ada korban jiwa pada persitiwa tersbeut, tapi kerugian diperkirakan mencapi Rp 20 juta. kami bersama warga berupaya membersihkan material longsor agar jalan tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Komandan Tagana, Adi Chandra.
Dia mengimbau warga di sekitar lokasi rawan bencana tanah longsor waspada. Pasalnya intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan pergeseran tanah. Apabila intensitas hujan berlangsung lama, warga diimbau mencari tempat yang lebih aman.
Continue Reading →

Pamit Cari Rumput, Warga Lumbir Ditemukan Meninggal di Dalam Hutan



LUMBIR- Pamit mencari rumput, Sanikyat (86), warga Prompong, Desa Parungkamal, Kecamatan Lumbir ditemukan meninggal di hutan Kamis (10/11) pukul 15.00 lalu. 

Diduga korban mengalami serangan jantung saat mencari rumput. Pasalnya, sekitar pukul 08.00, ia pamit mencari rumput. Kanit Binmas Polsek Lumbir Aiptu Warsito mengatakan, korban diketahui pamit kepada istrinya Ngadiem (55). 

Namun sampai pukul 13.00, belum juga pulang. Padahal setiap pergi mencari rumput selalu pulang untuk istirahat pada pukul 12.00. “Karena curiga korban tidak kunjung pulang, istri korban menghubungi tetangganya yaitu Sodali untuk mencari korban. 

Istri korban juga bersama tetangga ikut mencari korban ke lokasi yang sering menjadi tempat mencari rumput yaitu di hutan masih berada di desa setempat,”jelas Warsito. Pada pukul 15.00, lanjut Warsito, korban ditemukan tertelungkup di hutan dalam keadaan sudah meninggal. 

Warga kemudian menghubungi Polsek dan Koramil serta pemerintah desa setempat. Akhirnya korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Lumbir. 

“Dari pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban mengalami serangan jantung mendadak. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk prosesi pemakaman,”jelas Warsito. (gus/acd) 

Copyright © Radarbanyumas,co,id
Continue Reading →

Bikin Heboh, Hendak Dievakuasi, Sesosok Mayat Di Kebumen Mendadak Bangkit dan Tertawa


Warga Desa Mangunranan, Kabupaten Kebumen dihebohkan dengan penemuan sesosok pria yang diduga sebagai 'mayat' tergeletak di sebuah pematang sawah yang baru saja dipanen. Oleh karena itu, warga sekitar melaporkan temuan ini ke Polsek Mirit.
Tak butuh waktu lama, satuan polisi langung datang ke lokasi kejadian. Dengan sigap mereka turun ke pematang sawah untuk mengangkat sosok 'mayat' tersebut.
Namun belum sampai dievakuasi, warga dan pihak polisi dikagetkan oleh 'mayat' tersebut. Pasalnya 'mayat' tersebut tiba-tiba bangun dan tertawa.
"Tiba-tiba mayat bangun dan tertawa. Semua kaget dan tertawa," tulis Hendro Wiyonoyang menjadi saksi kejadian tersebut.
Alih-alih mayat, ternyata sosok pria tersebut hanyalah orang sakit jiwa yang sedang tiduran di pematang sawah. Setelah menyadari hal tersebut mereka langsung tertawa dengan lepas.

Kejadian ini sempat menjadi viral di media sosial. Kebanyakan netizen mentertawakan kejadian ini, namun banyak juga yang mengapresiasi kecepatan respons dari pihak kepolisian. (dwq)
Continue Reading →

Kejar Kucing, Balita Jatuh dari Lantai Dua Pasar Genteng Banyuwangi. Teguran Keras Untuk Orang Tua!!

BANYUWANGI – Ini peringatan bagi para orang tua, agar mereka lebih jeli mengawasi buah hatinya yang sedang bermain agar tidak celaka. Seperti yang dialami Andra Tristan, balita yang jatuh dari lantai dua Pasar Genteng gara-gara  mengejar kucing.
Akibatnya jatuh dari lantai dua  pasar itu, bocah berumur 2,5 tahun itu menderita luka parah di dahi. Ibu Andra, Yanti, 42, menceritakan, kejadian itu bermula saat dirinya menggantikan tugas kakak kandungnya, Siti Masitah untuk berjualan  kecambah di Pasar Genteng.
Seperti biasa, Yanti selalu membawa putra bungsunya kemana pun, termasuk ketika berjualan di Pasar Genteng. Sekitar pukul 05.00, Yanti yang berjualan kecambah di lantai dua pasar hendak mengantarkan  pesanan pembeli di lantai satu.
Saat itu, Yanti sejenak meninggalkan Andra. Baru beberapa menit ditinggal, Yanti mendengar kerumunan orang berteriak. Setelah dilihat, ternyata putranya dua sudah digotong oleh beberapa orang. Dengan kondisi nyaris seluruh wajah tertutup darah.
enurut beberapa orang yang  menggendong Andra, balita itu  berlari mengejar seekor kucing. Tanpa sengaja, Andra kemudian menginjak bagian lantai dua gedung  yang terbuat dari asbes. Seketika  itu, asbes jebol dan balita laki-laki itu jatuh ke lantai satu.
“Padahal saya tinggal hanya sebentar. Tiba- tiba sudah dibawa orang. Katanya mengejar kucing,” jelas Yanti. Saat itu juga, Yanti membawa anaknya ke RSUD Genteng. Karena belum ada peralatan CT Scan di RSUD Genteng, akhirnya Andra dirujuk ke RSUD Blambangan untuk memperoleh penanganan lanjutan.
“Di bagian kepala ini tadi sudah dijahit dulu waktu di RSUD Genteng. Tapi  saya disuruh membawa ke sini  (RSUD Blambangan). Katanya takut ada apa-apa di kepalanya,” terang Yanti saat ditemui di UGD  RSUD Blambangan siang kemarin.
Sementara itu, dr Agung Diah yang menangani Andra mengatakan,  tidak ada luka yang terlalu serius  di tubuh Andra. Hanya sebuah garis luka di tulang tengkorak karena terjatuh. “Ada fraktur linier di tulang tengkoraknya. Tapi ini masih dibilang  wajar, mengingat posisi jatuhnya tengkurap. Mungkin perlu dirawat satu sampai dua hari. Karena tadi  katanya sempat muntah-muntah,” ujar dokter Agung Diah.(radar)
Continue Reading →

Sunday, November 6, 2016

Kasihan MitroTIPI !!, Sehabis Mobil Satelit Siarannya DI Usir, Giliran Reporter Yang Melepas Atribut Saat Tugas Kareta Takut Di Usir Juga!! Lihat Fotonya

Berikut adalah foto foto ketakutan media MitroTIPI saat Menyiarkan demo akbar yang di gelar di jakarta kemaren, Awal masalah terjadi pada saat mobil satelit siaran mitroTipi di usir oleh massa demo karena alasan berita berita yang di suguhkan oleh mitrotipi di anggap selalu berat sebelah.

Dari yang terjadi itu, akhirnya Mitrotipi menyiasatinya dengan melepas semua logo atribut Mitrotipi yang di kenakan oleh kru ataupun reporter pada saat siaran berlangsung, bisa di lihat pada foto foto di bawa ini, terlihat pada saat reporter siaran langsung, atribut logo Mitrotipi tidak tepasang sedikitpun, mulai dari seragam yang di gunakan hingga microfon yang digunakan.



 



Continue Reading →

Friday, November 4, 2016

Woh! Bule Ini Nekat Mudik dari Bali ke Belanda Pakai Supra 125 CC Ber NOPOL "DK 8916 SD" , Baca Cerita Selengkapnya...

Orang yang telah bepergian jarak jauh mengendarai sepeda motor pasti akan merasakan bagaimana panasnya pantat dan pegalnya kaki ketika sudah lelah.

 

Bepergian antar propinsi mungkin sudah hal lumrah. Namun seorang bule asal Belanda ini, nekat mudik dari Bali hanya menggunakan sepeda motor Supra X 125.

Dari Bali, ia menyeberang melewati Jawa, Sumatra, Kuala Lumpur, Istanbul, Kroasia, Austria, jerman dan akhirnya Belanda.

Bule itu diketahui bernama Gerard Elferink. Ia melakukan perjalanan sekitar tiga bulan pada tahun 2013 lalu, tetapi baru viral beberapa hari ini.
Dari foto-foto yang beredar, nampak Gerard sampai Belanda dengan selamat dan langsung disambut oleh beberapa orang.

"This is peanuts, I drove my 125cc Honda Supra-X from Bali to Holland in 2013. No sponsors, just me and I," ungkap Gerard di grup Facebook pecinta Honda Supra X 125.

Dalam sebuah komentar, netizen lain bernama Ndari Wulan mengatakan, perjalanan Gerard tersebut sudah ditulis ke dalam sebuah buku. Namun, saat ini masih dalam bahasa Belanda.

Gerard pun sempat berniat ingin melanjutkan perjalanan melalui Suriah, tetapi gagal karena sedang dilanda Krisis. Selama perjalanan, ia hanya ganti ban dan rantai satu kali.

"Terjadi krisis di Suriah jadi tidak bisa dapat visa untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya, sepeda motor harus diterbangkan dari Kuala Lumpur ke Istanbul. Dari Istanbul lanjut pakai sepeda motor," tulis Ndari.
bule mudik3
Gerard bersyukur sesampainya di Belanda, setelah mudik dari Bali hanya menggunakan motor Supra X 125 CC.
Ratusan netizen pun takjub dengan semangat pria tersebut dalam touring menggunakan sepeda motor. Ada yang mengatakan, Gerard benar-benar seorang riders sejati.

Sejauh ini, Tribun Jogja masih berupaya mengkonfirmasi Gerard dan Ndari untuk menjelaskan soal perjalanan tersebut. (*)
Continue Reading →

Thursday, October 27, 2016

Tukang Loak Sudah Deal Seharga 1 Juta, Temuan Wajan Raksasa Akhirnya Di Pindah Ke Museum Tosan Aji Purworejo


Wajan Raksasa Dipindah ke Museum Tosan Aji Purworejo

Mengira hanya sekadar besi tidak bernilai, pekerja bangunan nyaris menjualnya ke tukang loak senilai Rp 1 juta. Niatan itu pun gagal, karena takut berurusan dengan polisi.
BUDI AGUNG, Purworejo
Selalu ada cerita di balik sebuah temuan. Demikian pula dengan wajan berukuran raksasa yang ditemukan pekerja proyek pembanguann Depo Arsip Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Purworejo, Selasa (25/10). Benda itu dikira hanya besi biasa yang masuk barang bekas dan memiliki nilai rupiah, walaupun tidak banyak.
Adalah Siswanto dan Marno, dua pekerja yang pertama kali alat kerjanya terantuk benda keras. Dibersihkan lebih jauh ternyata benda itu memiliki lingkar cukup lebar. Tiga pekerja lain, Lukas, Irul dan Udin, turut membantu melakukan penggalian septic tank yang baru mendapat kedalaman sekitar satu meter tersebut.
Berkali-kali mendaratkan alat di benda tersebut, mereka meyakini jika itu adalah besi yang sudah mulai berkarat. Lukas yang memiliki kenalan seorang tukang loak mencoba berkomunikasi jika dirinya dan lima temannya memiliki besi besar.
“Kebetulan saya yang punya kontak tukang loak itu. Sudah mendatangi lokasi dan disepakati harganya Rp 1 juta. Tapi dia minta besi itu diangkat dan rencananya hari ini (kemarin, Red) akan dibawa,” kata Lukas saat membantu pemindahan wajan berukuran besar itu ke Museum Tosan Aji Purworejo, kemarin (26/10).
Namun segera beredarnya temuan wajan berukuran besar itu mendapat perhatian banyak pihak. Sehingga mengundang pihak terkait untuk melakukan pengecekan ke lokasi dan melarang penjualan ke pihak lain.
“Tahu dilarang dijual ya kami ikut saja. Kami takut kalau sampai berurusan dengan polisi. Terus terang, awalnya kami tidak tahu kalau benda itu masuk benda yang memiliki sejarah,” tambahnya.
Adanya temuan benda itu ditindaklanjuti Pengelola Museum Tosan Aji dan dilaporkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah untuk dilakukan pengecekan dan pantuan langsung di lapangan. Memiliki diameter 1,75 meter dan ketebalan 3 sentimeter serta berat diperkirakan mencapai 500 kg, wajan itu dipindahkan ke Museum Tosan Aji untuk pengamanan dan penyelamatan.
“Wajan ini tidak lengkap dan hanya bagian bawah saja yang ada. Ada juga temuan penyerta yang ditemukan di dekat wajan yakni tiga besi kecil dengan perincian dua memanjang dan satu lingkaran seperti tempat meletakkan minyak,” ujar Junawan, Seksi Penyelamatan BPBC Jateng.
Ketiga benda ditemukan pertama kali di atas wajan. Dan diperkirakan tidak ada benda lain lagi yang memiliki hubungan dengan temuan itu. Hal ini didasarkan pada lokasi tertanamnya wajan di mana tidak terdapat tungku api seperti temuan di Kutoarjo beberapa waktu lalu.
“Kalau disamakan, ini seperti temuan wajan di batang. Jadi wajan hanya tertanam saja di dalam tanah tanpa ada temuan pendukung,” tambah Junawan yang datang didampingi Seksi Pengamanan Harun Al Rosyid.
Sebagai langkah penelitian, pihaknya juga membawa patahan wajan dari lokasi yang akan dilakukan penelitian untuk mengetahui resido yang dikandung dalam wajan. Terkait usia wajan, Junawan mengaku secara absolut tidak bisa menyatakan, namun secara relatif hal itu bisa diketahui.
“Kami akan membandingkan dengan temuan-temuan yang sudah ada,” tambahnya.
Pantauan Radar Jogja, proses evakuasi wajan cukup memakan waktu dan membuat arus lalulintas di depan Depo Arsip Arpusda Purworejo tersendat. Berhasil diangkat, wajan selanjutnya dimasukkan ke truk miliki DPU untuk dibawa ke Museum Tosan Aji yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi.
Wajan kemudian ditempatkan di sebelah barat wajan raksasa yang telah ada di Museum Tosan Aji. Ditilik dari dasar wajan, sangat mungkin besar wajan yang ditemukan terakhir lebih besar jika dalam kondisi utuh. (laz/mg2)
Continue Reading →

Hilang 4 Hari, Bocah Asal Magetan Ternyata Korban Penculikan dan Di Jadikan Pengamen



Magetan -
Bocah bernama Alex Eko Putro (10) warga Desa Kembang Kecamatan Jogorogo Ngawi, hilang selama 4 hari sejak Kamis (13/10) lalu. Alex ternyata jadi korban penculikan dan dipaksa mengamen. Alex ditemukan petugas Satpol PP di alun-alun Kota Magetan Minggu (16/10) malam saat ada pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Saat ditemukan, bocah kelas 4 SD itu dalam keadaan bingung sebab tidak ada orang lain yang menemaninya.

Saat ditanya petugas, korban mengatakan jika dirinya pergi bersama seorang pria yang saat itu menunggu di suatu tempat. Ketika petugas mendatangi pria yang ditujukan si bocah, tiba-tiba pelaku langsung melarikan diri.

Petugas lalu melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap Senin (17/10) siang, di  sebuah warung di Kota Magetan. Kepada petugas pelaku warga Magetan bernama Trianto (35) itu mengaku mengajak korban pergi dari rumah untuk disuruh mengemis dan mengamen.

"Saya paksa-paksa dia, saya suruh mengamen dan minta-minta," ujar Trianto kepada petugas. Menurut kepala Satpol PP Magetan, Chanif Tri Wahyudi, korban ditemukan salah  seorang warga yang mengetahui korban sedang bingung di tengah alun alun. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke petugas Satpol PP.

"Anak  itu kebingungan. Terus kita amankan dan ternyata dia itu sudah hilang  selama 4 hari. Informasinya memang dia diajak seseorang," kata Chanif  Tri Wahyudi kepada detikcom Senin (17/10). Usai diperiksa di Kantor Satpol PP, pelaku akhirnya diserahkan ke polisi. Sementara korban dikembalikan kepada orang tuanya.
Continue Reading →

Tuesday, October 25, 2016

Gila!! Video Yang Lagi Heboh DI Youtube, Para Tahanan Di BRAZIL Main Sepak Bola Dengan Kepala Manusia

Video tahanan bermain sepak bola menggunakan kepala manusia membuat gempar dunia.
Dalam video berdurasi kurang lebih tiga menitan itu memperlihatkan belasan tahanan bermain sepak bola di lapangan tengah penjara. Dalam permainan bukanlah bola yang digunakan mereka, tetapi kepala manusia.

Yang mengejutkan lagi adalah ada sorakan para tahanan lain, seolah tengah merayakan kemenangan.
Dan ternyata benar saja, dikutip SuryaMalang.com, Senin (24/10/2016), kepala manusia yang digunakan para tahanan di LP Fortaleza, Brasil itu adalah hasil perkelahian antara sekelompok narapidana. Perkelahian itu dimenangkan oleh anggota geng Primeiro Comando da Capital, salah satu geng terbesar di penjara itu.

Ketika itu sedang terjadi kerusuhan. Dikabarkan, 21 tahanan yang tewas dalam kerusahan tersebut. Dan 7 diantaranya tewas karena kepalanya dipenggal.

Diduga, kepala yang digunakan geng mematikan itu adalah kepala dari anggota musuhnya, Comando Vermelho.

Menurut Menteri Kehakiman dan Warga Negara Roraima, Oziel de Castro, perang antar-faksi pecah terjadi setelah satu sayap penjara diserbu sekolompok narapidana saat rival mereka tengah menerima kunjungan keluarga.

Selama ini, Brasil memang terkenal akan kekerasan di dalam penjara. Setidaknya 100 narapidana yang tewas dalam pembantaian di LP Carandiru pada tahun 1992.

Continue Reading →

2 Siswa SMP Bergurau Waktu Berkendara, Cium Truk Yang Sedang Parkir Langsung Kritis Di Kelurahan Giri

BANYUWANGI – Insiden kecelakaan yang melibatkan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) ini layak menjadi perhatian orang tua. Khususnya bagi orang tua agar tidak membiarkan anak usia dini menggunakan kendaraan motor.
 

Sebab, nasib yang dialami dua pelajar asal Kelurahan Boyolangu dan Kelurahan Giri ini bisa menimpa siapa saja. Diduga akibat bergurau di atas motor yang sedang dikendarai, dua pelajar  harus dilarikan ke rumah sakit.

Mereka adalah Fajar Alpani, 13, warga Kelurahan Boyolangu, dan Slamet Refandi, 13, warga Kelurahan/ Kecamatan Giri. Mereka mengalami luka serius di kepala. Hal itu terjadi akibat motor  yang mereka kendarai menyeruduk bodi belakang truk yang sedang parkir.

Kasus kecelakaan itu kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Banyuwangi. Motor nahas yang  mereka tunggangi sudah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan. “Sudah diamankan.  Kasusnya kini dalam penyelidikan,” beber AKP Samirin, Kasatlantas Polres Banyuwangi.

Diperoleh keterangan, kecelakaan itu terjadi di Jalan Argopuro, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kalipuro. Saat itu Fajar dan Anton baru saja pulang sekolah. Mengendarai motor Honda Supra 125, keduanya menyusuri Jalan Argopuro.

Kondisi jalan yang menurun  diduga membuat keduanya terlena. Dengan kecepatan tinggi, keduanya melajukan motor secara zigzag. Nahas, dari arah depan truk  yang dikemudikan Anton Sasmito, 30, baru saja  parkir di pinggir jalan persis di depan gudang PT. NB.

Saat baru turun dari truk Mitsubishi bernopol P 8107 UE, sopir asal Singojuruh itu langsung dikejutkan suara benturan hebat dari arah belakang. Dia pun segera menuju ke sumber benturan.Tak dinyana, kedua pelajar sudah terkapar.

Keduanya mengalami luka serius di kepala. Motor bernopol P 2632 XF yang dikemudikan kedua  pelajar itu juga rusak berat. Dibantu masyarakat setempat, korban dievakuasi menuju rumah sakit. Saat ini kondisi mereka kritis. (radar)
Continue Reading →

Monday, October 24, 2016

Danau Sobo Penuh Darah, Berwarna Merah dan Sedikit Bebau Busuk, Tetapi Warga Sudah Terbiasa

 

BANYUWANGI – Sebuah pemandangan mirip kisah-kisah di film horor tampak di salah satu kubangan air di Pantai Sobo. Bagaimana tidak, di salah satu kubangan berbentuk danau kecil yang berada sekitar 10 meter dari bibir pantai itu  berwarna merah darah.

Bau busuk menusuk hidung saat melewati danau darah tersebut. Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi mendatangi lokasi tersebut, tampak seluruh bagian danau berwarna merah kental. Padahal danau serupa yang berjarak sekitar lima meter dari tempat itu berair jernih.

Tak lama ada seorang warga yang menggunakan danau tersebut untuk memandikan kerbaunya. Menurut keterangan si penggembala kerbau itu, warnai air itu memang menjadi merah dikarenakan darah. Namun, bukan   darah manusia atau hewan ternak, melainkan darah dari udang dan ikan yang dibersihkan oleh nelayan di sekitar Pantai Sobo.

“Warga biasanya membersihkan udang dan  ikan sebelum dijemur,’’ Sumadi, si penggembala kerbau. Karena jumlahnya yang cukup banyak, mengakibatkan air di danau kecil itu menjadi merah darah. “Tapi airnya ini aman kok. Ikan-ikan air tawar yang di dalamnya juga masih  hidup. Ada ikan nila dan ikan mujahir.  Kerbau ini juga mandi di sana,”  imbuh Sumadi sambil menarik tali  kerbaunya.

Air di dalam danau darah itu bersirkulasi dari sungai yang ada di bagian barat danau. Sehingga pemandangan danau yang di penuhi darah itu akan hilang ke esokan harinya.
“Di sini sudah terbiasa semua. Jadi orang mancing dan memandikan kerbau tidak merasa terganggu dengan darah. Kalau bau yang tidak enak berasal dari sisa bagian  tubuh udang yang dibuang orang,” pungkasnya. (RADAR)
Continue Reading →

Innova Hajar Pengendara Motor Honda Beat dan Rumah Warga Di Daerah SPBU Yosumulyo Gambiran

 

GAMBIRAN – Tabrakan hebat terjadi di sekitar SPBU Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, siang kemarin  (22/10). Gara-gara menghindari papan proyek PLN, mobil Toyota Kijang Innova bernopol P 891 VR mengalami kecelakaan.

Mobil Innova yang dikemudikan Yuniawati, 28, warga Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, itu menyeruduk motor Honda Beat bernopol P 2877 ZZ. Belum berhenti sampai di situ, kendaraan jenis  multi purpose vehicle (MPV) tersebut   terus nyelonong dan baru berhenti setelah menabrak pagar rumah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan  itu. Hanya, pengendara motor Honda Beat, yakni Hadi Poeryono, 46,warga  Dusun Sidorejo Kulon, Desa   Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, mengalami luka. Poeryono mengalami luka  robek di kepala. Bagian  kanan dan kiri kepalanya terluka.Pelipis kanannya juga robek. Dia juga mengalami lecet di pergelangan tangan dan pinggang. Hingga berita ini ditulis, Poeryono masih menjalani perawatan di Rumah  Sakit (RS) Al-Huda, Gambiran. 

Sementara itu, kejadian itu bermula  saat mobil yang dikendarai Yuniawati itu melaju dari arah utara.
Begitu tiba di lokasi kejadian, pengemudi melihat rambu peringatan proyek PLN. Diduga kaget melihat rambu proyek itu, pengemudi Innova berusaha menghindar. Dia langsung banting  setir ke kanan. Namun, pada saat bersamaan, dari arah selatan ternyata melaju sepeda Honda Beat.

Karena jaraknya terlalu dekat, akhirnya benturan tak bisa dihindari. Mobil Innova itu tanpa ampun menghajar motor. Bahkan, motor Honda Beat itu sempat terseret sejauh lima meter. Setelah menabrak motor, laju mobil Innova semakin tidak terkendali.

Kendaraan itu berhenti setelah menabrak pagar rumah Ken Riwati, 48. Rumah yang berada persis di sebelah SPBU Yosomulyo tersebut pagarnya hancur. Menurut Ubay Dillon, 34, saksi mata di lokasi kejadian, mobil  Innova tersebut melaju sangat kencang.  Padahal, di sekitar lokasi sedang ramai pekerja PLN yang sedang memasang  kabel jaringan.

”Mobil itu kencang sekali. Setelah menyenggol rambu peringatan proyek, mobil oleng dan menabrak sepeda motornya Pak Poer,” jelas Ubay. Secara terpisah, Kanit Lantas Polsek Gambiran, Iptu Kateno, mengatakan kecelakaan tersebut diduga akibat kelalaian pengemudi mobil.

”Menurut warga di  sekitar TKP, mobil Kijang Innova tersebut sempat menyenggol papan peringatan milik PLN. Kemudian, diduga kaget, sopir mobil banting setir kanan dan menabrak sepeda motor,” jelasnya. (radar)
Continue Reading →

Sunday, October 23, 2016

Misteri Mayat Di Bamburia Terungkap, Sebab Meninggal Tidak Jelas Tapi Keluarga Tidak Ingin Otopsi Di Lakukan


GLAGAH – Identitas mayat lelaki yang ditemukan di pinggir sungai Bambu Ria, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Jumat lalu (21/10) akhirnya berhasil diidentifikasi. Hasil identifikasi, mayat lelaki itu diketahui bernama Sulasmono, 70,  warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan  Banyuwangi.
Lewat ciri-ciri yang dimiliki korban, pihak keluarga akhirnya memastikan jasad pria lanjut usia itu adalah keluarganya. “Usai diidentifikasi langsung diambil keluarga untuk dimakamkan,” beber Kapolsek Glagah, AKP Ibnu Mashud.
Sementara itu, Sulasmono diketahui meninggalkan rumah selama dua hari terakhir. Dia meninggalkan rumah dengan  membawa becak. Penyebab pasti  meninggalnya korban masih belum jelas. Sebab, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi.  Namun, hasil pemeriksaan luar,  tidak ditemukan tanda-tanda  penganiayaan pada tubuh korban.
Sekadar mengingatkan, sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak di pinggir sungai di kawasan Bambu Ria, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Jumat lalu. Kali pertama ditemukan, mayat tanpa identitas itu dalam kondisi  setengah telanjang.
Badan bagian  atas masih mengenakan kaus  warna putih, sedangkan bagian bawah tidak mengenakan celana. Darah mengucur dari kepala. Korban kali pertama ditemukan oleh Alfiah pada pukul 19.14.  Saat itu perempuan asal Kelurahan Kebalenan itu hendak   mencuci pakaian di sungai tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Saat melewati pohon bambu, Alfiah melihat seseorang dalam posisi tertelungkup setengah telanjang di dekat sungai. Sebelum melapor ke polisi, Alfiah sempat memfoto posisi awal mayat korban. Alfiah mengaku tidak kenal  sosok pria yang meninggal dunia tersebut.
Tetapi, lokasi tersebut  memang menjadi lokasi buang hajat warga yang lewat. Selain terlindung dan teduh, kondisi airnya terbilang jernih. (radar)
Continue Reading →

Saturday, October 22, 2016

Baju Hits Yang di Kenakan Syahrini Jadi Pembicaraan Netizen Karena Terlalu WOW, Lihat Foto Jelasnya....


Bukan Syahrini namanya jika tidak berpenampilan ‘cetar membahana’. Ya, selama ini kita tidak pernah melihat pelantun “Sesuatu” ini berpenampilan sederhana atau simple. Ini karena sudah menjadi ciri khasnya.

Namun, penampilannya ini kerapkali mendapat kritikan bahkan hujatan dari kalangan netizen. Seperti penampilannya yang baru-baru ini yang diunggah oleh akun @thereal_jenk_kelin.

Dalam foto tersebut, Syahrini ini tampak sedang berada di pinggir kolam renang di Bali. Seperti biasanya, penampilannya selalu heboh.

Dalam kesempatan itu, artis cantik ini mengenakan baju terusan dan outer berwarna hitam, sebagaimana dikutip TribunnewsBogor.com.

Tampilannya juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris berupa topi hitam dan choker warna hitam yang mengalungi lehernya. Tak ada yang salah memang, tampilannya juga sangat pas dengan suasana saat itu.


Namun, penampilan penyanyi yang pernah berduet dengan Anang Hermansyah ini membuat mata jadi salah fokus. Efek baju itu membuat bagian dada Syahrini terbentuk sangat jelas.

Tak ayal, foto ini pun langsung menjadi bulan-bulanan netizen. Banyak netizen yang menghujat penampilan Syahrini. Menurut mereka, penampilan Syahrini sebenarnya bisa lebih baik lagi.

Bagaimana menurutmu?

Continue Reading →

Sesosok Mayat Mister X Yang Di Temukan Di Daerah Bamburia, Diduga Terpeleset setelah Buang Hajat di Sungai

GLAGAH – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di pinggir sungai di kawasan Bambu Ria, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, siang kemarin. Kali pertama ditemukan, mayat tanpa identitas itu dalam kondisi setengah  telanjang.
Badan bagian atas masih mengenakan kaus warna putih, sedangkan bagian bawah tidak mengenakan celana. Darah mengucur dari bagian kepalanya. Belum jelas penyebab keluarnya darah dari kepala pria yang disebut-sebut sebagai tukang becak tersebut. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
“Penyebab kematiannya kini masih dalam penyelidikan,” ujar  AKP Ibnu Mas’ud, Kapolsek Glagah, ditemui di lokasi penemuan maya. Korban kali pertama ditemukan tergeletak oleh Alfiah. Sekira pukul 19.14 perempuan asal Kelurahan Kebalenan itu hendak  mencuci pakaian di sungai tidak  jauh dari lokasi penemuan mayat.
Saat melewati pohon bambu, Alfiah melihat seseorang dalam  posisi tertelungkup setengah telanjang di dekat sungai. Merasa penasaran, wanita itu  mencoba mendekat. Sebelum melapor ke polisi, Alfiah sempat memfoto posisi awal mayat korban.
“Saya tadi mau cuci pakaian, tapi kok ada orang di sana. Saya foto langsung lapor ke polres,” akunya. Alfiah mengaku tidak kenal dengan sosok pria yang meninggal tersebut. Tetapi, lokasi tersebut memang menjadi lokasi buang hajat. Selain  terlindung dan teduh, kondisi sungainya juga sangat jernih.
Soal penyebab meninggalnya korban, polisi masih melakukan  penyelidikan. Celana, sandal,  dan becak milik korban diamankan polisi. Jasadnya langsung  dievakuasi menuju kamar mayat  RSUD Blambangan. Dugaan  penganiayaan dan penyebab keluarnya darah dari kepala korban masih diteliti.
Dugaan sementara korban meninggal karena terpeleset. Mr X tersebut diduga sempat buang hajat sebelum meninggal. Diduga, tingginya tanggul penahan sungai membuatnya hilang keseimbangan saat mentas dari sungai. Karena tanpa identitas, polisi hanya bisa mengenali ciri  dari tubuh korban.
Tinggi korban sekitar 160 cm, rambut memutih, kulit cokelat, dan mengenakan pakaian atau  kaus warna putih. Usia korban  diperkirakan 55 hingga 60 tahun. “Kalau ada yang kenal silakan menghubungi kantor polisi  terdekat,’’ imbau Kapolsek Ibnu Mas’ud. (RADAR)
Continue Reading →

Thursday, October 20, 2016

Foto Kartika Putri Membuat Heboh Sosial Media, Banyak Netizen Bilang Keliatan Nyembul Seperti Tanpa Br*..!! Cek Fotonya Selagi Belum Dihapus

Siapa yang tidak kenal dengan artis cantik yang satu ini, Kartika Putri. Artis yang terkenal dengan logat ngapak nya ini memang pandai membuat orang tertawa, tetapi bukan hanya itu saja kalau di lihat-lihat Kartika Putri mempunyai tubuh yang sesksi dan payudara yang tergolong besar dan kencang.

 

Baru-baru ini Kartika Putri membuat para netizen ngiler khusus nya para lelaki, Kartika Putri mengunggah foto di akun sosial media yang bikin netizen menelan air ludah. Ini dikarenakan foto yang di unggah oleh Kartika Putri berpakaian yang membuat puting payudara nya terlihat menyembul.

Foto yang di unggah di akun Instagram pribadi nya tersebut nampak sekali Kartika Putri sedang duduk di tepi pantai. Karput (panggilan dari Kartika Putri) mengenakan pakaian gaun berwarna pink muda dengan lengan bertali. Dalam foto tersebut Kartika Putri nampak cantik dan anggun, apalagi ketika ia tidak menggunakan bra seperti dalam foto tersebut. *Bercanda yaa jangan di anggap serius :D*
Dengan berpakaian gaun yang berbahan tipis, terlihat sekali bahwa Kartika Putri tidak menggunakan bra. Ini dikarenakan terlihat jelas kalau puting payudara Kartika Putri menyembul seperti ingin menunjukkan bahwa tidak menggunakan bra. Lantaran itu banyak sekali netizen yang menebak-nebak jika Kartika Putri tidak menggunakan bra pada foto yang di unggah nya tersebut.

“Klihatan gk pke BRA,” komen @rina_pallupi. “Sepertinya tanpa BRA yah?,” ujar akun @silvanovita21. “Pakek BH and celana dalem enggk tuh wkwkwkw,” sindir akun @fandy_indrawan.
“Punting mu klhatan put,” sambung akun @iyan3884. “Itu nya kok kelihatan sihh kak @kartikaputriworld,” tulis @annissarahmawati94.

Sejak diunggah pada Minggu (17/7/2016), foto Kartika Putri tersebut sudah dilike lebih dari 30 ribu, dengan 365 komentar.

Mungkin Kartika Putri berfikir dikarenakan foto nya di ambil dari jarak yang lumayan jauh para netizen tidak memperhatikan bagian payudara nya, ternyata salah karena kebanyakan netizen sekarang sangat teliti sekali dalam memperhatikan bagian tubuh dari Kartika Putri.

Semoga saja Kartika Putri akan mengunggah foto yang lebih sopan lagi, dikarenakan dia adalah seorang artis jadi setiap aktivitas nya selalu di perhatikan oleh para fans dan haters nya.

Sumber : banyakbacac.com
Continue Reading →

Berita Acak

    LIKE FANSPAGE

    Blog Archive